• Tentang Kami
  • Hubungi Kami
Wednesday, April 22, 2026
Portal Ormawa Hindu
mahasisya.com
No Result
View All Result
  • Login
  • Register
  • Sorotan
    I Nengah Candra Irawan, korban tindakan represif aparat keamanan dalam menangani aksi damai yang digelar oleh Aliansi Masyarakat Peduli Petani Singkong Indonesia di depan Kantor Gubernur Lampung, Senin (5/5/2025).

    Ketua PD KMHDI Lampung Alami Tindakan Represif, Aliran Solidaritas, hingga Desakan Periksa Polda Lampung kepada Propam Mabes Polri

    Audiensi PP KMHDI dengan Dubes India bahas beasiswa dan kerja sama budaya

    PP KMHDI Audiensi dengan Dubes India, Bahas Beasiswa dan Penguatan Budaya Mahasiswa Hindu

    Direktur Lembaga Pendidikan PP KMHDI, Ni Luh Sinta Yani

    Ratusan Anak SMP Tidak Bisa Membaca: Tamparan Keras Untuk Dunia Pendidikan

    KMHDI condemns Kashmir shooting targeting Hindu tourists in Pahalgam

    KMHDI Condemns Brutal Attack of Hindu Tourists in Kashmir, India

    Ketua Umum PP KMHDI saat memberikan sambutan dalam Pembukaan Diklat Kewirausahaan Nasional 2025

    KMHDI Gelar Diklat Kewirausahaan Nasional 2025: Cetak Pengusaha Muda untuk Indonesia Emas 2045

    I Gede Sulastrawan (kanan), Ketua Aliansi Mahasiswa Bali Jakarta.

    Aliansi Mahasiswa Bali Jakarta Minta Pemerintah Cabut Izin PT BTID

    Trending Tags

    • Commentary
    • Featured
    • Event
    • Editorial
  • Nasional
  • Daerah
  • Kampus
  • World
  • Rilis
  • Opini
  • Cerita
  • Sosok
  • Prestasi
  • Sudut
  • Kupas
  • Sorotan
    I Nengah Candra Irawan, korban tindakan represif aparat keamanan dalam menangani aksi damai yang digelar oleh Aliansi Masyarakat Peduli Petani Singkong Indonesia di depan Kantor Gubernur Lampung, Senin (5/5/2025).

    Ketua PD KMHDI Lampung Alami Tindakan Represif, Aliran Solidaritas, hingga Desakan Periksa Polda Lampung kepada Propam Mabes Polri

    Audiensi PP KMHDI dengan Dubes India bahas beasiswa dan kerja sama budaya

    PP KMHDI Audiensi dengan Dubes India, Bahas Beasiswa dan Penguatan Budaya Mahasiswa Hindu

    Direktur Lembaga Pendidikan PP KMHDI, Ni Luh Sinta Yani

    Ratusan Anak SMP Tidak Bisa Membaca: Tamparan Keras Untuk Dunia Pendidikan

    KMHDI condemns Kashmir shooting targeting Hindu tourists in Pahalgam

    KMHDI Condemns Brutal Attack of Hindu Tourists in Kashmir, India

    Ketua Umum PP KMHDI saat memberikan sambutan dalam Pembukaan Diklat Kewirausahaan Nasional 2025

    KMHDI Gelar Diklat Kewirausahaan Nasional 2025: Cetak Pengusaha Muda untuk Indonesia Emas 2045

    I Gede Sulastrawan (kanan), Ketua Aliansi Mahasiswa Bali Jakarta.

    Aliansi Mahasiswa Bali Jakarta Minta Pemerintah Cabut Izin PT BTID

    Trending Tags

    • Commentary
    • Featured
    • Event
    • Editorial
  • Nasional
  • Daerah
  • Kampus
  • World
  • Rilis
  • Opini
  • Cerita
  • Sosok
  • Prestasi
  • Sudut
  • Kupas
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
Home Opini

Catatan Reflektif Hari Kartini: Menolak Mundur, Menjaga Nyala Perjuangan

Kurator Kontributor by Kurator Kontributor
April 21, 2026
in Opini
Reading Time: 2 mins read
3 0
0
Dhila, Sekretaris PC KMHDI Bogor
11
SHARES
82
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on LinkedinShare on Whatsapp

Tanggal 21 April bukan sekadar penanda kalender. Ia adalah pengingat yang terus mengetuk kesadaran kita tentang perjuangan panjang perempuan Indonesia dalam merebut ruang, hak, dan martabat. Sosok Raden Ajeng Kartini telah menyalakan obor pemikiran yang hingga hari ini semestinya tetap menyala, bukan redup oleh zaman.

Namun jika kita jujur melihat realitas, ada kegelisahan yang tidak bisa diabaikan. Di lingkungan pendidikan yang seharusnya menjadi ruang aman dan bertumbuh, justru masih ditemukan ketimpangan gender hingga kekerasan seksual. Bahkan dalam bentuk yang sering dianggap sepele, objektifikasi terhadap perempuan masih terjadi, termasuk di kampus. Perempuan direduksi menjadi objek, bukan dihargai sebagai subjek yang utuh. Ini bukan hanya persoalan etika, tapi kemunduran cara berpikir.

BACA JUGA

Menata Ulang Sistem Pengajaran Agama Hindu di Sekolah

Memahami Kerasnya Dunia Jurnalistik

Lalu pertanyaannya, apakah gagasan dalam “Habis Gelap Terbitlah Terang” sudah kehilangan relevansinya?

Jawabannya tegas, tidak.

Yang perlu kita evaluasi bukan nilai-nilainya, tetapi kesungguhan kita dalam melanjutkan perjuangan itu. Kartini tidak hanya berbicara tentang pendidikan, tetapi juga tentang keberanian berpikir, kebebasan menentukan pilihan, dan martabat perempuan sebagai manusia seutuhnya.

Jika kita tarik lebih dalam, dalam perspektif filsafat Hindu, kita mengenal konsep Purusa dan Pradhana. Purusa adalah kesadaran, yang menyadari dan memberi arah. Sementara Pradhana adalah energi atau daya yang menggerakkan dan mewujudkan.

Kesadaran tanpa energi akan diam. Energi tanpa kesadaran akan liar.

Di titik ini, kita memahami bahwa maskulin dan feminin bukanlah lawan, melainkan pasangan kerja. Maskulin memberi arah, feminin memberi tenaga. Maskulin mengetahui, feminin mewujudkan. Dan justru dalam energi feminin itulah terdapat daya cipta, daya gerak, dan daya transformasi.

Maka menjadi keliru ketika perempuan hanya direduksi pada stereotip “lembut” atau “perasaan”. Perempuan adalah kekuatan yang menghidupkan gagasan, yang menggerakkan perubahan, yang membuat sistem berjalan nyata.

Di era hari ini, tantangan perempuan bukan lagi sekadar akses, tetapi bagaimana energi itu tidak dibatasi, tidak diremehkan, dan tidak dipersempit oleh cara pandang yang sempit. Perempuan harus saling merangkul, mendukung, dan bertumbuh bersama. Kemandirian bukan berarti berjalan sendiri, tetapi mampu berdiri tanpa kehilangan nilai diri.

Dan yang tidak kalah penting, kampus sebagai ruang intelektual harus menjadi garis depan dalam menolak segala bentuk objektifikasi terhadap perempuan. Tidak boleh ada normalisasi, tidak boleh ada pembiaran. Kampus harus menjadi ruang yang menjunjung tinggi martabat manusia.

Sebagai bagian dari PC KMHDI Bogor, kami percaya bahwa emansipasi bukan slogan tahunan. Ia adalah kerja panjang yang harus terus dijaga, dirawat, dan diperjuangkan dalam tindakan nyata. Dimulai dari ruang-ruang kecil, berani bersuara ketika melihat ketidakadilan, membangun lingkungan yang aman, hingga memastikan tidak ada lagi ruang bagi objektifikasi dan kekerasan dalam bentuk apa pun.

Kartini telah membuka jalan. Tugas kita hari ini bukan sekadar mengenang, tetapi memastikan jalan itu tidak kembali tertutup.

Karena sejatinya, perjuangan perempuan tidak pernah tentang melampaui laki-laki. Ia tentang memanusiakan manusia.

“Jangan biarkan standar orang lain menentukan batas pada dirimu. Jadilah versi terbaik dari dirimu sendiri, sebagaimana Kartini memperjuangkan haknya.”

Hari Kartini harus menjadi momentum untuk bertanya pada diri sendiri, kita sedang melanjutkan perjuangan, atau justru membiarkannya mundur?

Pilihan itu ada di tangan kita.


Penulis: Dhila, Sekretaris PC KMHDI Bogor

Tags: BogorKMHDI

Related Posts

Menata Ulang Sistem Pengajaran Agama Hindu di Sekolah
Opini

Menata Ulang Sistem Pengajaran Agama Hindu di Sekolah

January 7, 2026
Memahami Kerasnya Dunia Jurnalistik
Opini

Memahami Kerasnya Dunia Jurnalistik

May 16, 2025
Lingga Dharmananda Siana. dok/istimewa.
Opini

Hindu Bukan Milik Bali Saja

April 9, 2025

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA TERPOPULER

Lingga Dharmananda Siana. dok/istimewa.

Hindu Bukan Milik Bali Saja

April 9, 2025
Perjalanan Memohon Kesediaan Pak Mantra jadi Penasehat Panitia Kongres Nasional I MHDI: Seperti Arjuna Mencari Krishna

Perjalanan Memohon Kesediaan Pak Mantra jadi Penasehat Panitia Kongres Nasional I MHDI: Seperti Arjuna Mencari Krishna

January 7, 2026
I Gede Sulastrawan (kanan), Ketua Aliansi Mahasiswa Bali Jakarta.

Aliansi Mahasiswa Bali Jakarta Minta Pemerintah Cabut Izin PT BTID

March 4, 2025
Menata Ulang Sistem Pengajaran Agama Hindu di Sekolah

Menata Ulang Sistem Pengajaran Agama Hindu di Sekolah

January 7, 2026
Dhila, Sekretaris PC KMHDI Bogor

Catatan Reflektif Hari Kartini: Menolak Mundur, Menjaga Nyala Perjuangan

April 21, 2026

PILIHAN REDAKSI

Audiensi PP KMHDI dengan Dubes India bahas beasiswa dan kerja sama budaya

PP KMHDI Audiensi dengan Dubes India, Bahas Beasiswa dan Penguatan Budaya Mahasiswa Hindu

May 5, 2025
Pembukaan Dharma Santi Penyepian FPMHD Unud dengan tema 'Dharma Kala Cipta'

FPMHD Unud Sukses Gelar Dharma Santi Penyepian XIV tahun 2025

April 5, 2025
Memahami Kerasnya Dunia Jurnalistik

Memahami Kerasnya Dunia Jurnalistik

May 16, 2025
Gde Bayu Pangestu AW pengusaha muda asal Bali pendiri Siku Kopi

Sosok Inspiratif Gde Bayu Pangestu AW: Mulai Berbisnis Sejak Masih Bersekolah

March 17, 2024

Mahasisya.com

Media independen mahasiswa Hindu yang memuat kabar, cerita, opini, dan foto jurnalistik dari berbagai kampus dan daerah di Indonesia.

Ikuti Kami

Categories

  • Cerita (2)
  • Daerah (6)
  • Kampus (3)
  • Nasional (5)
  • Opini (4)
  • Rilis (3)
  • Sorotan (6)
  • World (1)

Archives

Tags

Agama Hindu Bali Bogor DPRD Lampung FPMHD UNUD Gubernur Lampung India IPB University Jakarta Jawa Timur Kedubes India KMHDI KMHD UGM Lampung LBH KMHDI Lembaga Pendidikan KMHDI Mahasiswa Bali Pendidikan Pengusaha Polda Lampung PP KMHDI Pura UGM UNUD Yogyakarta

© 2025 Mahasisya.com - Portal Kita, Suara Kita, Mahardika!

  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Kontributor
  • Pedoman Media Siber
  • Donasi
No Result
View All Result
Portal Ormawa Hindu
  • Sorotan
  • Nasional
  • Daerah
  • Kampus
  • World
  • Rilis
  • Opini
  • Cerita
  • Sosok
  • Prestasi
  • Sudut
  • Kupas

© 2025 Mahasisya.com - Portal Kita, Suara Kita, Mahardika!

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In